Halaman

SAVE THE WORLD

SAVE THE WORLD

Khalayak ramai sering gusar dengan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik-pabrik dan rumah sakit. Namun, pernahkah kita memikirkan bahwa ada limbah yang sangat dekat dengan kita. Bahkan sewaktu-waktu bisa menjadi mainan anak-anak. Ia adalah limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).
LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) merupakan limbah yang sangat berbahaya dan beracun sesuai uji laborat pantauan pemerintah agar tidak terjadi penyebab rusaknya LINGKUNGAN HIDUP secara universal, dengan demikian PT Dame Alam Sejahtera melayani dan memperhatikan lingkungan alam sekitar sehingga terjun langsung sebagai JASA PENGANGKUT, PENGOLAH, PEMANFAAT secara seutuhnya di kawasan nusantara Indonesia 
Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup, limbah B3 dinyatakan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun yang berasal dari sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3.
Para pakar kesehatan juga menyatakan bahwa limbah jenis ini karena mengandung racun, baik jumlahnya ataupun konsentrasinya secara langsung atau tidak langsung dapat mencemari dan merusak lingkungan sehingga berbahaya bagi kehidupan manusia.
 
 
Limbah B3 juga menjadi perhatian masyarakat secara internasional. Bahkan, Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 yang disebut juga dengan Konvensi Basel yang diselenggarakan di Bali. Konvensi tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 delegasi dari 170 negara. Di sini masyarakat internasional menunjukkan bahwa persoalan limbah B3 merupakan ancaman yang krusial bagi manusia.
Indonesia telah meratifikasi Konvensi Basel tersebut dengan mengaplikasikannya dalam Undang-Undang No 32 tahun 2009. Satu di antara ketentuan Undang-Undang tersebut berbunyi “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya".
 
Perihal tentang minimnya pengetahuan masyarakat tentang limbah B3, Fadrizal, menjelaskan bahwa secara khusus sosialisasi tentang limbah B3 memang belum menjadi program. Namun sosialisasinya telah dilakukan seiring dengan sosialisasi persoalan lingkungan lainnya. “Seperti pencemaran lingkungan, air, udara, nah, di sini kita memasukkan tentang bahaya limbah B3 ini. Isu-isu lain yang menjadi sekaligus disosialisasikan adalah perubahan iklim,” katanya mencontohkan.
 
Beberapa karakteristik dari limbah B3 yang perlu kita ketahui meliputi, mudah, meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif atau merusak benda yang melekat padanya.(tya-gsj)